Penyakit Miom · Uncategorized

Pengaruh Penyakit Mioma Pada Kehamilan

pengaruh mioma pada kehamilan wanitaMioma merupakan sejenis tumor jinak. Berbeda dengan kista yang umumnya tumbuh pada indung telur atau ovarium, mioma umumnya tumbuh pada rahim atau dinding rahim. Penyebab tumbuhnya mioma belum dapat diketahui dengan jelas hingga saat ini. Namun, penyakit ini cukup berbahaya terutama bagi ibu hamil karena perkembangannya yang sangat cepat pada rahim yang sedang mengandung janin. Pengaruh penyakit mioma pada kehamilan adalah dapat mempengaruhi perkembangan janin sehingga menimbulkan berbagai komplikasi dalam kehamilan.

Bagaimana Pengaruh Mioma Terhadap Kehamilan

Pada setiap penderita, gejala tumbuhnya mioma dapat berbeda antara satu dan lainnya. Pada wanita yang tidak sedang mengandung, umumnya penyakit mioma berkembang sangat lambat. Hal ini membuat hampir tidak ada gejala yang bisa dirasakan oleh penderitanya sebelum mioma membesar dan menimbulkan pembengkakan pada perut. Sebaliknya, penyakit mioma justru akan berkembang pesat jika diderita oleh wanita hamil. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya jumlah hormone progresteron dan esterogen saat kehamilan terjadi. Akibatnya, pengaruh penyakit mioma pada kehamilan yang dapat terjadi adalahtumor yang tadinya berkembang sangat lambat menjadi berkembang jauh lebih cepat, bahkan hingga ikut memenuhi rahim ibu dan menghambat pertumbuhan janin. Selain itu, mioma yang diderita juga sering menimbulkan rasa sakit pada Ibu hamil.

Kehamilan pada Ibu yang menderita mioma tentu saja harus mendapatkan perhatian khusus. Selain itu, Ibu hamil ini juga harus mendapat pantauan doktersecara teratur agar pengaruh penyakit mioma pada kehamilan tidak menjadi semakin memburuk. Ada berbagai hal yang dapat terjadi karena disebabkan oleh penyakit mioma pada ibu hamil, antara lain:

  1. Perkembangan pesat tumor mioma pada usia kehamilan yang baru menginjak trimester pertama bisa memungkinkan gugurnya janin pada rahim ibu. Hal ini karena janin muda yang terus terdesak oleh pertumbuhan mioma. Selain itu, nutrisi yang seharusnyamengalir ke janin menjadi beralih ke tumor yang sedang tumbuh sehingga janin kekurangan nutrisi yang sangat diperlukan untuk berkemabang. Janin berhenti berkembang dan akhirnya mati.
  2. Jika janin yang tumbuh di dalam rahim bermioma masih dapat bertahan pada trimester pertama, pertumbuhannya pun tidak akan sesempurna bayi normal pada umumnya. Ada beberapa proses perkembangan yang terganggu sehingga ukuran janin akan lebih kecil.
  3. Pengaruh penyakit mioma pada kehamilan yang sudah cukup tua atau pada trimester ketiga akan menyebabkan tidak normalnya posisi bayi di dalam rahim. Keberadaan mioma yang terus membesar membuat bayi harus berbagai tempat atau bergeser sehingga posisinya menjadi sunsang atau melintang.
  4. Ketika kehamilan masih bertahan hingga menginjak masa menjelang persalinan,mioma yang terdapat di dalam rahim juga dapat menimbulkan resiko pendarahan saat persalinan. Selain itu, proses persalinan juga akan menjadi semakin bermasalah karena kontraksi yang terganggu mioma.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s