Uncategorized

Gejala Serangan Jantung Pada Wanita

Gejala serangan jantung pada wanita atau ciri khas serangan jantung pada wanita kerap kali tidak terdeteksi secara spesifik. Tanda tau gejala nyata ini tidak selalu berupa rasa nyeri seperti tertekan di dada kiri, yang kemudian menyebar ke lengan, punggung, atau leher, layaknya serangan jantung pada pria. Dalam beberapa kasus yang terjadi, serangan jantung pada wanita tampak seperti gejala sakit maag. Penderita merasa mual, ingin muntah, dan nyeri pada lambung layaknya sakit maag. Sementara ada juga yang merasa nyeri di dada kiri yang kemudian menyebar ke leher dan punggung, tetapi mengartikannya sebagai gejala keganasan payudara.

 

Serangan jantung pada wanita

Gejala serangan jantung pada wanita memang tidak spesifik. Karena itu, bila obat maag atau pereda nyeri yang diberikan tidak segera memberi efek positif, segera lakukan elektrokardiograf (EKG) atau pengukuran enzim jantung tau segeran kunjungi dokter terdekat.

Satu penelitian yang dilakukan menyatakan bahwa 43 persen wanita yang mengalami serangan jantung tidak menunjukkan gejala yang khas, contoh pada kasus serangan jantung yang mirip sakit maag, kemungkinan yang terserang adalah jantung bagian bawah (inferior). Bagian ini relatif lebih dekat dibanding jantung bagian posterior. Penelitian juga menunjukkan, gejala yang kerap ditemukan pada wanita yang mengalami serangan jantung adalah napas pendek atau sesak, lemah, dan letih tanpa tahu penyebabnya.

Gejala tersebut disertai tanda yang mirip gangguan pencernaan seperti mual, nyeri pada ulu hati, perut sesak, dan nyeri pada punggung belakang. Meski begitu, tidak semua gangguan pencernaan dimaknai serangan jantung. Pada beberapa kasus, rasa mual ternyata memang bagian dari gangguan lambung, yang disebut gastroesophageal reflux disease (GERD). Hal ini bergantung pada faktor risiko yang dimiliki wanita. Tetap harus dilihat apakah wanita memiliki faktor risiko seperti turunan, usia, obesitas, hipertensi, kelebihan koleserol, diabetes, stres, dan merokok. Wanita dengan faktor risiko tersebut, harus menyikapi gangguan pencernaan yang dialami dengan lebih hati-hati.

Wanita dengan faktor risiko tersebut menjalani pola hidup sehat untuk menjaga kesehatan jantung. Pola ini meliputi rutin makan buah dan sayur 3 porsi sehari, rajin berolahraga 15-30 menit sehari, tidak merokok, dan membatasi konsumsi alkohol.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s